Google Yahoo Msn

Breeding lovebird Music BF andalkan pembesaran alami

Di poskan oleh Yasha Bird Farm Pada hari Thursday, December 18, 2014 | Thursday, December 18, 2014

Banyak peternak / penangkar lovebird yang memanen anakan ketika baru berumur 5-7 hari. Setelah itu, anakan dipelihara dalam sangkar terpisah dan diloloh sendiri oleh perawat atau peternak. Model ternak seperti ini memang bisa meningkatkan produktivitas induk lovebird, lantaran pasangan induk segera kawin dan berproduksi kembali.
Music BF Jakarta

Anakan lovebird yang diasuh induknya hingga umur 45 hari.

Tetapi tidak semua peternak lovebird menerapkan model seperti itu. Music Bird Farm, penangkaran lovebird milik Om Tony Music di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, lebih mengandalkan pembesaran alami. Sejak menetas, anakan dirawat dan dibesarkan induknya sampai mandiri.

Melalui pembesaran alami inilah, lovebird-lovebird produk Music BF menunjukkan kualitasnya di lapangan dengan sering menjuarai lomba. Dua loveburd hasil ternaknya, Golden Music serta Super Music, menjadi bukti.

Belum genap berumur 8 bulan, keduanya telah berkali-kali meraih prestasi. Lovebird Golden Music dan Super Music merupakan jenis spangle.
Lovebird Super Music

Lovebird Super Music

“Waktu itu dalam satu sarang menetas tiga ekor. Dua ekor tetap di tangan saya, yaitu Golden Music dan Super Music, dan sama-sama sering juara. Yang satunya lagi di tangan Om Huzaidin, rekan satu tim di Royal BC, juga sudah berprestasi,” jelas Om Tony Music.
Lovebird Golden Music

Lovebird Golden Music

Om Tony sudah lama menekuni lovebird. Dia termasuk kicaumania yang melebihi zaman. Pasalnya, ketika lovebird belum ramai seperti sekarang, Om Tony sudah menangkarnya terlebih dulu. Sebagai pemain, dia fokus mencetak lovebird kualitas lomba.

Music BF miliknya memiliki 25 kandang indukan, yang ditempatkan pada lantai tiga rukonta, Jalan Raya Ragunan No 8E (samping Bank BNI), Pasar Minggu Jakarta Selatan.

“Semua induk punya kualitas dan memenuhi standar lapangan atau burung lomba. Jadi bukan cuma selain saja, tetapi juga mentalnya di lapangan,” jelasnya.

Karena lebih fokus ke produk kualitas lomba, Om Tony belum tergiur untuk memacu produktivitas seperti penangkar lovebird pada umumnya. “Kita kan mencetak kualitas, bukan mengejar kuantitas. Sedikit produksi, tapi yang penting berkualitas”.

Itu sebabnya, Om Tony lebih senang menerapkan pembesaran alami. Berdasarkan pengalamannya, anakan yang dirawat induknya hingga mandiri memiliki tubuh lebih langsing dan kencang.

“Setelah besar, kualitas suaranya juga lebih keras dan kasar. Burung juga lebih cepat meniru suara ngekek panjang induknya. Kalau mendengar suara burung lain, ia juga langsung merespons dengan narik ngekek panjang,” jelas Om Tony.

Lain halnya jika anakan diloloh perawat atau pemiliknya sampai mandiri. Saat tumbuh remaja, juga dewasa, burung lebih manja, doyan makan, dan cepat birahi, sehingga kurang bagus sebagai burung lomba.

Dalam pembesaran alami, kata Om Tony, anakan diasuh induknya hingga umur 45 hari. Setelah itu, anakan ditempatkan dalam kandang aviary hingga umur 4-5 bulan. Dengan cara demikian, lovebird memang agak liar dan gesit, tidak sejinak jika diasuh dan diloloh dari kecil.
Lovebird siap dipasarkan

Lovebird umur 5 bulan ke atas siap dipasarkan.

“Sejak kecil, anakan lovebird juga wajib didampingi master pendamping. Ini untuk melatih anakan agar mengikuti dan cepat merespon suara masternya, terutama ngekek panjangnya,” ujar Om Tony.

Pakan utama yang diberikan kepada induk adakah biji-bijian seperti juwawut, milet, dan sejenisnya. Adapun pakan tambahan / extra fooding (EF) berupa kangkung, tauge, jagung, dan lain-lain.

Karena mengandalkan pembesaran alami, lovebird produk Music BF rata-rata siap dipasarkan kalau sudah berumur 5 bulan atau lebih. Burung sudah bisa disiapkan / dikondisikan ke lomba dan relatif stabil penampilannya.

Harganya pun tetap bersahabat, yaitu mulai dari Rp 550.000 untuk warna standar hingga Rp 1,5 juta untuk warna-warna eksotik. Tertarik membeli? (d’one)


Om Tony Music

Tony Music / Music Bird Farm

Kontak: HP 0812 938 7733 / Pin BB 290E7332

Alamat: Ruko Jl Raya Ragunan No 8E (samping Bank BNI), Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.
Thursday, December 18, 2014 | 0 comments | Read More

Burung lovebird berwarna biru

Lovebird Kacamata pipi hitam berbulu hijau hijau  dan pada dahi depan berwarna coklat kemerahan. Pada dada bagian atas berwarna oranye lembut dengan ekor hijau dan kaki abu-abu. Lingkar mata berwarna putih sedangkan pada paruh bagian atas terdapat bercak hitam, dan warna hitam terlihat jelas pada bagian pipi.
Habitat asal: Zimbabwe dan Zambia - Afrika
Negara asal burung jenis lovebird kacamata pipi hitam telah membatasi ekspor lovebird ini sehingga sulit ditemui di pasaran.

Burung lovebird kaca mata pipi hitam dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah dan tunggir; dahi dan ubun-ubun depan berwarna coklat kemerahan; ubun-ubun belakang dan tengkuk berwarna hijau kekuningan tua; lorus, kerongkongan, dan pipi berwarna hitam kecoklatan, bagian atas dada berwarna merah oranye pucat; ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah tua; iris berwarna cokelat; kaki berwarna coklat keabu-abuan.
Burung lovebird kaca mata pipi hitam muda serupa dengan burung dewasa; pada pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna hitam; iris berwarna cokelat muda.
Penyebaran lovebird kaca mata pipi hitam: Zambia bagian barat daya dan Zimbabwe bagian barat laut.
Lovebird kaca mata pipi hitam secara umum sulit didapat di pasaran karena burung ini sudah dibatasi untuk tujuan ekspor dari negara asalnya. Burung ini bisa dipelihara secara berkelompok bahkan dicampur dengan burung lain.
Warna mutasi lovebird kaca mata pipi htam adalah lovebird kaca mata pipi hitam kuning (lovebird kuning).Selengkapnya di sumber artikel

Thursday, December 18, 2014 | 0 comments | Read More

There are nine species of lovebirds

Di poskan oleh Yasha Bird Farm Pada hari Wednesday, December 17, 2014 | Wednesday, December 17, 2014

There are nine species of lovebirds, and all belong to the genus Agapornis, though only a few are typically available as pets; namely the peach-faced, masked and Fisher’s lovebirds. Lovebirds are so named because of their strong pair bonds. Lovebirds range in size from just over 5 inches to just over 6 ½ inches, which makes them among the smaller parrot species. Lovebirds have short, blunt tail feathers, unlike budgies (“parakeets”), which have long pointed tails, and lovebirds are also stockier.

Lovebird species can be divided into those with prominent white eye rings — the masked (A. personata), the Fischer’s (A. fischeri), the black-cheeked (A. nigrigenis) and the Nyasa (A. lilianae) — and those without an eye ring — peach-faced (A. roseicollis), black-winged, or Abyssinian, (A. taranta), red-headed, or red-faced, (A. pullarius), Madagascar, or grey-headed, (A. canus) and the black-collared, or Swindern’s, (A. swindernianus) lovebird. Some lovebird species come in many color mutations, which are produced by selective breeding to bring out certain color traits.

In the wild, lovebirds live in small flocks and eat fruit, vegetables, grasses as well as seed. The Abyssinian, or black-winged lovebird, has a specialized diet that includes native figs, which is why they are so rare in captivity.
Native Region / Natural Habitat

Most lovebird species are native to the continent of Africa; the exception is the Madagascar (grey-headed) lovebird, which is native to the island of Madagascar.
Personality & Behavior

Lovebirds might be small but they are bold, inquisitive, curious and always on the go. Many people believe lovebirds come in pairs because they are often see photos of two lovebirds cuddled up against one another. No doubt, a lovebird often forms a deep bond with another lovebird. Potential owners should be aware, however, that a lovebird pair might choose not to interact with people, as they will be thoroughly focussed on each other. A single lovebird companion needs plenty of social interaction with the people in his/her life, as well as plenty of busy work in the form of toys and safe items to chew up and destroy. A female lovebird can become highly defensive of her territory (cage).
Speech & Sounds

Lovebirds are a chatty bunch, singing and whistling all day long, and are especially vocal at dawn and dusk. They are not known for their talking ability, but their song is pleasant, more so than many other companion parrots. The more lovebirds you acquire (and it’s hard to buy just one) the noisier they will become. They are flocking birds in the wild and love to talk to one another.
Care & Feeding

Like most birds, lovebirds love to exercise and require the largest cage that your budget and space can afford. Lovebirds that are cooped up in a small cage and never given any freedom tend to become neurotic and can develop self-mutilating habits. With proper care and a well-balanced diet, a lovebird can live between 12 and 15 or more years.
Health & Common Conditions

Lovebirds are susceptible to Chlamydiosis, self-mutilation as well as nutritional deficiencies related to an inadequate diet, especially if fed a mostly seed diet.
Get a Lovebird

Lovebirds are readily available in most pet stores, as well as from bird breeders.

Sumbewr: http://lafeber.com/pet-birds/species/lovebird/ - See more at: http://alifbirdfarm.blogspot.com/2014/12/there-are-nine-species-of-lovebirds.html#sthash.X1Y6KY1a.dpuf
Wednesday, December 17, 2014 | 0 comments | Read More

Laba Ternak Love Bird Ternyata Cukup Menjanjikan

Pernahkah Anda mendengar tentang burung cinta? Warna yang indah, serta tingkah laku burung ini ternyata mampu mencuri hati para penggagum burung untuk dikoleksi. Dibalik keindahan warna burung ini, ternyata menyimpan omzet yang luar biasa. Ingin tahu keunggulan lain burung cinta ini?

Info wirausaha kali ini membahas peluang usaha beternak burung cinta atau biasa dikenal dengan lovebird. Lovebird ini merupakan hewan monogamy atau hanya setia hanya pada satu pasangan saja.

Lovebird ini menurut beberapa peternak burung hias memiliki masa naik turun. Beberapa tahu silam namanya sempat menanjak naik, menjadikan harga sepasang lovebird sungguh luar biasa. Lalu, perlahan tenggelam. Nah, setelah tenggelam tak terlalu lama, burung ini kembali merangkak ke permukaan. Hasilnya, pada akhir tahun 2012 lalu permintaan akan burung ini naik drastis.

Burung ini merupakan salah satu burung yang memiliki daya tarik di warna. Perpduan warna cerah dalam burung ini, membuat lovebird banyak dicari oleh kalangan pecinta burung. Namun, selain bisa dinikmati warna, pecinta lovebird juga bisa menikmati kicauannya yang khas. Satu lagi kelebihan burung ini adalah, tidak perlu memerlukan perawatan yang ribet. “Perawatan love bird itu mudah dan simple, cukup diberi makan dan minum, serta dibersihkan kandanganya setiap beberapa hari sekali, maka burung ini pun bisa bertahan hingga 10 tahun”, ungkap Heri salah seorang pembudidaya lovebird asal Jogja.

Untuk makanan lovebird, bisa diberi makan biji kenari dan milat putih, jagung, sayur kangkung dan vitamin untuk membuat warna bulunya makin mengkilap. Agar kualitas love bird selalu terjaga, kandang harus dijaga kebersihannya. Makanan dan air diganti setiap hari, kandang diangin-anginkan di udara terbuka, diberikan makanan tambahan seperti asinan dan tulang sotong untuk suplai kalsium.


Saat ini, sepasang lovebird bisa dihargai Rp 500 – 800 ribu. Sedangkan indukan siap telur bisa menembus angka Rp 2 jutaan lebih. Salah satu jenis lovebird yang memiliki nilai ekonomi tinggi adalah Lutino, ciri fisik jenis ini adalah memiliki warna kuning di tubuh, kepala merah dan mata yang juga berwarna merah.

Heri memiliki dua sistem untuk usaha Lovebird ini, agar omzet bisa maksimal. Selain membeli indukan yang berumur sekitar satu tahun, Heri juga membeli anakan yang masih berumur 3 bulan.

Indukan yang dibeli Heri, biasanya akan dia kembangbiakkan, sepasang indukan yang dia beli akan bertelur sebanyak 3-4 butir dalam tiga bulan. Dari 3-4 telur ini bisa menetas menjadi anakan, sekitar 1-2 ekor. “Untuk tingkat keberhasilan menetasnya telur lovebird ini sekitar 99% asal tidak ada gangguan yang berarti. Tingkat stress lovebird akan naik, saat dia bertelur dan mengerami telur selama 21 hari. Saat mengerami telur tersebut, diusahakan jangan sering-sering kita ganggu,” ujar Heri.

Setiap hari pakan Lovebird milik Heri selalu diganti dengan yang baru, terutama sayuran dan biji-bijian. Agar pakan ini tidak mubazir terbuang sia-sia, Heri juga mengembangbiakkan burung Parkit. Sisa pakan dari lovebird, biasanya akan dia berikan kepada burung Parkit. Kolaborasi budidaya Lovebird dan Parkit, menjadi salah satu alternatif usaha dengan omzet yang luar biasa saat ini.

Bila anda tipe pecinta hewan peliharaan terutama burung sebagai hobby dan sedang mencari ide untuk berbisnis, info wirausaha diatas bisa menjadi masukan untuk memulai merintis usaha dengan beternak burung lovebird. Jadi bisa melampiaskan hobby sekaligus sebagai sumber penghasilan. Silakan mencoba! (bn/dari berbagai sumber)
Wednesday, December 17, 2014 | 0 comments | Read More

Lovebird warna hijau standar lebih banyak di gemari

Di poskan oleh Yasha Bird Farm Pada hari Tuesday, December 16, 2014 | Tuesday, December 16, 2014

Lovebird hijau standar


Lovebird warna hijau standar lebih banyak di gemari para kicau mania di Indonesia khususnya daerah saya bogor, karna lovebird hijau standar selain harganya kejangkau oleh para kicau mania tingkat bawah dan menengah, lovebird jenis ini juga mentalnya cukup bagus beda dengan jenis lainnya seperti pastel,violet,lutino,albino dan yang lainnya.

Para penangkar lovebird juga lebih banyak memilih indukan jenis lovebird hijau standar karena jenis ini cepat untuk di kembang biakan. LoveBird standar rata-rata beranak satu indukan 4ekor dan terkadang bisa sampai 6 ekor tergantung cara kita sebagai penangkar merawatnya, intinya jangan pelit memberikan ruang gerak indukan seperti kandang yang luas se olah- olah burung ada di habitatnya, dan jangan peli-pelit memberi makanan terhadap indukan seperti milet,sayuran dan buah-buahan juga vitamin.

Para kicau mania di ajang lomba juga lebih banyak yang menjagokan burung kesayangannya jenis lovebird hijau standar. Karena jenis ini lebih berani bertanding.

Penangkar pemula seperti saya juga lebih banyak memilih indukan jenis lovebird hijau standar walaupun harganya juga standar, tapi beternak lovebird lebih menyenangkan bagi saya karena tidak ribet kita cukup menyediakan kandang, minuman dan makanan yang cukup, di tinggalkan seminggu juga ngak ada masalah. Sukses bagi para kicau mania khusus jenis lovebird dan sukses bagi para penangkar burung lovebird.


Tuesday, December 16, 2014 | 0 comments | Read More

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *